Beberapa bulan terahir di beberapa desa Indonesia terjadi banjir
dikarenakan hujan yang sangat lebat, saat itu aku sedang melihat salah
satu acara televisi nasional di rumah. Hal ini mengingatkan sebuah
kejadian yang terjadi padaku saat aku masih menginjak masa-masa SMA. Hal
yang bodoh namun juga mengingatkan aku ke pada kematian. Jika ku
mengingat kejadian ini,
yang bisa ku lakukan hanya tersenyum membayangkan kejadian itu.
Hari itu di rumah ku terjadi hujan yang sangat deras, dengan segera
aku keluar rumah dengan menyaksikan sendiri keindahan hujan yang
mengingatkan kisah masa laluku yang cukup kelam. Setiap tetes hujan
turun masa laluku seakan-akan kembali dari tidurnya, perlahan hati
seakan mengikuti irama tetes demi tetes air hujan.
Di pagi hari menjelang siang di tempat belajar aku tepatnya di
sekolah SMA, kebetulan sekali jam pelajaran kali ini sedang kosong dan
hujan yang deras pun mengguyuri sekoalh kami, kami pun hanya bisa
menatap air hujan yang mengalir deras dari atap sekolahan kami, namun
hujan itu memberikan ide ke sebagian teman kami.
Hey, gimana kalo kita berenang di sungai bawah, airnya pasti sangat besar. kalo kita berenang bersama-sama pasti menyenangkan.
Memang di sekolah kami tedapat sungai yang cukup deras airnya jikalau
turun hujan dan sungainyapun tidak jauh dari sekolahan kami. Serentak
sebagian teman kami merespon ajakan itu namun tidak banyak juga yang
menolak ajakan temanku itu temasuk saya sendiri yang menolaknya, namun
teman ku itu bersikeras supaya semua temannya ikut serta dalam berenang
bareng itu, ya sudah lah akhirnya kami pun ikut, dengan syarat kami
hanya menyaksikanya saja tidak ikut berenang ya walau pun kami tetap
basah kuyup dikarnakan hujan yang sangat lebat.
Salah satu temanku mengawali dari teman yang lainnya dan yang lainya
pun mengikuti nya, satu persatu mereka pun menenggelamkan diri mereka
ke dalam air yang sangat deras itu yang terletak dipinggiran sungai
karna di pinggir sungai arusnya tidak terlalu besar seprti di
tengah-tengah sungai, masing-masing temanku mempunya gaya yang has, tak
lama kemudian salah satu teman ku mempunyai tantangan yang sangat
menantang untuk semua teman-teman ku, tantangannya yaitu.
Setiap orang harus bisa menyebrangi sungai yang begitu deras dari
tepi ke tepi, tak lama kemudin akhinya ada yang menyanggupi tantangan
itu, dia pun bersiap-siap untuk menyebrangi sungai itu aku dan
teman-temanku yang lainya yang sekedar menyaksikanya saja meragukan
keberhasilanya karna memang arusnya sangat kuat sekali dan kami pikir
tidak akan ada yang bisa melewati sungai itu, namun saya di kagetkan
dengan keberhasilanya yang begitu mudah melewatinya, selang beberapa
menit kemudian temanku yang dikenal dengan postur tubuh yang kecil
mengacungkan tanganya yang bertanda dialah penantang selanjutnya, kami
pun berprasangka seperi sebelumnya dia tidak akan bia melewatinya
apalagi postur tubuhnya yang kurang mendukung, lagi-lagi kami pun
dekejutkan olehnya yang begitu mudah menyebrangi sungai yang sangat kuat
arusnya ya, walaupun tak semulus temanku yang pertama, tidak lama
kemudian akhirnya teman–teman yang lainnya pun menyusul mereka yang
sudah berada di tepi sungai, dan melewati sungai itu denga sangat mudah.
Aku dan teman-teman ku mulai tertari dengan tantangan tersebut karna
kami melihatnya dengan sangat mudah sekali hanya dengan hitungan detik
teman-teman kami mampu melewati sungai itu, akhirnya aku pun dan ke dua
temanku memutuskan untuk berenang bersama dan mengambil tantangan
tersebut, aku menyuruh temanku yang pertama untuk enyebrangi sungai
itu,dan benar temanku lah yang pertama menyebrangi sungai itu dn
sekarang giliran ku untu menyebrangi sungai, aku pun mulai mempersiapkan
diri dan membayangkan cara-cara temanku menyebrangi sungai nya dan
setelah saya merasa siap untuk menyebrangi sungai itu aku pun menarik
napas perlahan-lahan dan mulai menghitung mundur dari angka tiga. Aku
pun mulai menghitungnya. Tiga,dua, akan tetapi disaaat saya mau
mengucapkan angka satu, aku pun mulai ragu dan takut, akan tetapi teman
–teman saya yang sudah berada di tepi sungai itu menyemangati saya dan
akhiranya sayapun mengucapkan angka terakhirku yaitu , satu.
Seketika itu juga saya langsung mulai menyebrangi sungaai dan merasakan
aliran air yang begitu deras akan tetapi semuaitu tidak sesuai apa yang
saya rencanakan dan saya inginkan , aku pun mulai mnyadari bahwasanya
aku mulai menjauh dari arah teman-temanku dan tenyata aku tidak dapat
melawan arus seperti teman –temanku yang lainnya akupun mulai terbawa
arus dan semakin menjauh dari teman-temanku aku melihat teman-temanku
mengejar aku lewat daratan semua teman ku mengejar aku dengan bertujuan
menbantu aku kedaratan , akupun lebih menjauh dari teman-temanku, saya
mencoba menyelamatkan diri saya dengan berpegangan keranting-ranting
yang ada di pinggiran sungai namun usaha itupn sia-sia karna rantingnya
tidak cukup kuat menahan saya , aku pun memandang kedepan dan melihat
pohon bambu yang saya pikir akan kuat menjadi temtat sya berpegangan
lagi-lagi usaha itu pun sia-sia dan sayapu masig meihat teman-teman saya
yang berusaha menlong saya. Dari situlah saya pasrah kapada sang
pencipta saya berfikir bahwa saya akan meninggal dalam keadaan seperti
ini saya pun sudah tidak mempunyai harapan untuk bisa selamat saya terus
dibawa arus dengan cepat saya menjauh dari teman-teman saya karna
memang arusnya sangat kencang sehingga teman–teman sayapun tidak bisa
mengejar saya akan tetapi tidak lama kemudin saya melihat pohon bambu
yang kedua kalinya namun yang ini sepertinya terlihat kuat seketika itu
pula saya berfikir bahwa saya masih mempunyai harapan untuk bisa
selamat, dari kejauhan saya melihat pohon bambu itu dan bersiap-siap
untuk memegangnya dengan erat-erat , saya pun mulai mendekati pohon
bambunya, semakin dekat,semakin dekat dan, semakin dekat lagi .
alhamdulillah akhirnya saya bisa menggapai pohon bambu itu da saya pun
langsung bersyukur karna saya bisa mengapai pohon itu dengan kuat dan
saya pun berhenti di bawa arus tak lama kemuduin saya mulai melihat
teman-teman saya namun selah satu di antara merek atiakk satu pu yang
melihat saya karna memang saya diri saya tidak terlihat dikarnakan pohon
bambu yang sanga lebat dan besar-besar sampai akhirnya teman-teman saya
melewati diri saya tak henti hentinya saya mengucapkan rasa syukur saya
ke pada allah SWT yang telah menyelamatkan saya dari arus yang begitu
besar.
Namun yang di anehkan sesudah saya selamat dari arus itu dan saya
masih dalam keadaan bepeganagan saya mempunyai pikiran yang begitu jail
saya memikirkan saya pura-pura meninggal dangan cara saya berlari dari
tempat kejadian tenpa memikirka apa yang akan terjadi setelaah saya
melakukannya. Syapun langsung beranjak dari tempat saya berpegangan dan
menuju kedaratan dengan bantuan pohon bambu yang sangat kuat setelah
sampai di daratan saya pun berlari kencang dengan arah yang berlawanan
dengan tujuan supaya tidak bertemu dengan teman-temnku saya pu
menyebrangi sungai yang ke duakalinya namun kali ini saya tidak
menyebrangi nya dengan berenang melainkan dengan melewati jembataan.
Saya pun langsung menuju rumah saya yang kebetulan tidak jauh dari arah
sekolah saya sesampainya di rumah saya menemui keluarga saya akan
tetapi mereka tidak tau apa yang saya alami sebelum datang ke rumah dan
mereka pun tidak kaget denga keadaan saya yang sedang basah kuyup karna
memang diluar sana sedang hujuan deras , lantas saya pun langsung
mebersihkan badan saya dan berganti pakaian dengan baju seragam
cadangan dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa, saya pu masih
ingat bahwasannya jam pelajaran masih belum brakhir saya pun kembali ke
sekolah saya., akan tetapi teman-teman saya yang mencari saya tidak
mendapatkan saya dan akhirnya merekaa pun memutuskan untuk melaporkan
kejadian ini ke pada para guru, dengan sangat cepat berita atas
kehilangan saya pun terseberluas saya sendiri pun mendengar berita itu
dari adik kelas saya yang melihat saya dengan wajah yang membingungkan
,saya tidak tau akibat yang saya lakukan ini akan menjadi seperti ini
,saya pun langsung menuju kantor dan menyerahkan diri dan memberi tau
bahwasannya saya dalam keadaan baik-baiksaja dan yang pastinya saya
meminta maaf ke pada semua guru karna sudah menghawatirkan setelah
pengkuan itupun sebagian dari mereka ada yang marah karna mungkin saya
bercanda keterlaluan dan ada juga yang tertawa.di situ juga ada
teman-teman saya saya tak lupa meminta maaf ke pada teman-teman saya
yang sudah sangat merepotkan.
Dan pada akhirnya pencarian itupun dibatalkan dan yang lebih
menyenangkanya lagi berita ini tidak sampai terdengar oleh keluarga saya
sendiri, danyang lebih menyenangkan lagi saya masih di beri kesempatan
untuk menghirup udara dan betemu denga guru-guru saya teman-teman dan
kelurga.
by : Faisal Abdullah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar