Newstikers

Newstikers » Selamat datang kawan di blog yang insya alloh resmi, ya!! hehe.. Jangan sungkan untuk berkomentar dan ngobrol bareng disini..

Jumat, 27 April 2012

KESEMPATAN

Beberapa bulan terahir di beberapa desa Indonesia terjadi banjir dikarenakan hujan yang sangat lebat, saat itu aku sedang melihat salah satu acara televisi nasional di rumah. Hal ini mengingatkan sebuah kejadian yang terjadi padaku saat aku masih menginjak masa-masa SMA. Hal yang bodoh namun juga mengingatkan aku ke pada kematian. Jika ku mengingat kejadian ini,
yang bisa ku lakukan hanya tersenyum membayangkan kejadian itu.
Hari itu di rumah ku terjadi hujan yang sangat deras, dengan segera aku keluar rumah dengan menyaksikan sendiri keindahan hujan yang mengingatkan kisah masa laluku yang cukup kelam. Setiap tetes hujan turun masa laluku seakan-akan kembali dari tidurnya, perlahan hati seakan mengikuti irama tetes demi tetes air hujan.
Di pagi hari menjelang siang di tempat belajar aku tepatnya di sekolah SMA, kebetulan sekali jam pelajaran kali ini sedang kosong dan hujan yang deras pun mengguyuri sekoalh kami, kami pun hanya bisa menatap air hujan yang mengalir deras dari atap sekolahan kami, namun hujan itu memberikan ide ke sebagian teman kami.
Hey, gimana kalo kita berenang di sungai bawah, airnya pasti sangat besar. kalo kita berenang bersama-sama pasti menyenangkan.
Memang di sekolah kami tedapat sungai yang cukup deras airnya jikalau turun hujan dan sungainyapun tidak jauh dari sekolahan kami. Serentak sebagian teman kami merespon ajakan itu namun tidak banyak juga yang menolak ajakan temanku itu temasuk saya sendiri yang menolaknya, namun teman ku itu bersikeras supaya semua temannya ikut serta dalam berenang bareng itu, ya sudah lah akhirnya kami pun ikut, dengan syarat kami hanya menyaksikanya saja tidak ikut berenang ya walau pun  kami tetap basah kuyup dikarnakan hujan yang sangat lebat.
Salah satu temanku mengawali dari teman yang lainnya dan yang lainya pun mengikuti nya, satu persatu mereka pun menenggelamkan  diri mereka ke dalam air yang sangat deras itu yang terletak dipinggiran sungai karna di pinggir sungai arusnya tidak terlalu besar seprti di tengah-tengah sungai,  masing-masing temanku mempunya gaya yang has, tak lama kemudian salah satu teman ku mempunyai tantangan yang sangat menantang untuk semua teman-teman ku, tantangannya yaitu.
Setiap orang harus bisa menyebrangi sungai yang begitu deras dari tepi ke tepi, tak lama kemudin akhinya ada yang menyanggupi tantangan itu, dia pun bersiap-siap untuk menyebrangi sungai itu aku dan teman-temanku yang lainya yang sekedar menyaksikanya saja meragukan keberhasilanya karna memang arusnya sangat kuat sekali dan kami pikir tidak akan ada yang bisa melewati sungai itu, namun saya di kagetkan dengan keberhasilanya  yang begitu mudah melewatinya, selang beberapa menit kemudian temanku yang dikenal dengan postur tubuh yang kecil mengacungkan tanganya yang bertanda dialah penantang selanjutnya, kami pun berprasangka seperi sebelumnya dia tidak akan bia melewatinya apalagi postur tubuhnya yang kurang mendukung, lagi-lagi kami pun dekejutkan olehnya yang begitu mudah menyebrangi sungai yang sangat kuat arusnya ya, walaupun tak semulus temanku yang pertama, tidak lama kemudian akhirnya teman–teman yang lainnya pun menyusul mereka yang sudah berada di tepi sungai, dan melewati sungai itu denga sangat mudah. Aku dan teman-teman ku  mulai tertari dengan tantangan tersebut karna kami melihatnya dengan sangat mudah sekali hanya dengan hitungan detik teman-teman kami mampu melewati sungai itu, akhirnya aku pun dan ke dua temanku memutuskan untuk berenang bersama dan mengambil tantangan tersebut, aku menyuruh temanku yang pertama untuk enyebrangi sungai itu,dan benar temanku lah yang pertama menyebrangi sungai itu dn sekarang giliran ku untu menyebrangi sungai, aku pun mulai mempersiapkan diri dan membayangkan cara-cara temanku menyebrangi sungai nya dan setelah saya merasa siap untuk menyebrangi sungai itu aku pun menarik napas perlahan-lahan dan mulai menghitung mundur dari angka tiga. Aku pun mulai menghitungnya. Tiga,dua, akan tetapi disaaat saya mau mengucapkan angka satu, aku pun mulai ragu dan takut, akan tetapi teman –teman saya yang sudah berada di tepi sungai itu menyemangati saya dan akhiranya sayapun mengucapkan angka terakhirku yaitu , satu. Seketika itu juga saya langsung mulai menyebrangi sungaai dan merasakan aliran air yang begitu deras akan tetapi semuaitu tidak sesuai apa yang saya rencanakan dan saya inginkan , aku pun mulai mnyadari bahwasanya aku mulai menjauh dari arah teman-temanku dan tenyata aku tidak dapat melawan arus seperti teman –temanku yang lainnya akupun mulai terbawa arus dan semakin menjauh dari teman-temanku aku melihat teman-temanku mengejar aku lewat daratan semua teman ku mengejar aku dengan bertujuan menbantu aku kedaratan , akupun lebih menjauh dari teman-temanku, saya mencoba menyelamatkan diri saya  dengan berpegangan  keranting-ranting yang ada di pinggiran sungai namun usaha itupn sia-sia karna rantingnya tidak cukup kuat menahan saya , aku pun memandang kedepan dan melihat pohon bambu yang saya pikir akan kuat menjadi temtat sya berpegangan lagi-lagi usaha itu pun sia-sia dan sayapu masig meihat teman-teman saya yang berusaha menlong saya. Dari situlah saya pasrah kapada sang pencipta saya berfikir bahwa saya akan meninggal dalam keadaan seperti ini saya pun sudah tidak mempunyai harapan untuk bisa selamat saya terus dibawa arus dengan cepat saya menjauh dari teman-teman saya karna memang arusnya sangat kencang sehingga teman–teman sayapun tidak   bisa mengejar saya akan tetapi tidak lama kemudin saya melihat pohon bambu yang kedua kalinya namun yang ini sepertinya terlihat kuat seketika itu pula saya berfikir bahwa saya masih mempunyai harapan untuk bisa  selamat,  dari kejauhan saya melihat pohon bambu itu dan bersiap-siap untuk memegangnya dengan erat-erat , saya pun mulai mendekati pohon bambunya, semakin dekat,semakin dekat dan, semakin dekat lagi . alhamdulillah akhirnya saya bisa menggapai pohon bambu itu da saya pun langsung bersyukur karna saya bisa mengapai pohon itu dengan kuat dan saya pun berhenti di bawa arus tak lama kemuduin saya mulai  melihat teman-teman saya namun selah satu di antara merek atiakk satu pu yang melihat saya karna memang saya diri saya tidak terlihat dikarnakan pohon bambu yang sanga lebat dan besar-besar sampai akhirnya teman-teman saya melewati diri saya tak henti hentinya saya mengucapkan rasa syukur saya ke pada allah SWT yang telah menyelamatkan saya dari arus yang begitu besar.
Namun yang di anehkan sesudah saya selamat dari arus itu dan saya masih dalam keadaan bepeganagan  saya mempunyai pikiran yang begitu jail saya memikirkan saya pura-pura meninggal dangan cara saya berlari dari tempat kejadian tenpa memikirka apa yang    akan terjadi setelaah saya melakukannya. Syapun langsung beranjak dari tempat saya berpegangan dan menuju kedaratan dengan bantuan pohon bambu yang sangat kuat setelah sampai di daratan saya pun berlari kencang dengan arah yang berlawanan dengan tujuan supaya tidak bertemu dengan teman-temnku saya pu menyebrangi sungai yang ke duakalinya namun kali ini saya tidak menyebrangi nya dengan berenang melainkan dengan melewati jembataan. Saya pun  langsung menuju rumah saya yang kebetulan tidak jauh dari arah sekolah saya sesampainya di rumah saya menemui keluarga saya akan tetapi mereka tidak tau apa yang saya alami sebelum datang ke rumah dan mereka pun tidak  kaget denga keadaan saya yang sedang basah kuyup karna memang diluar sana sedang hujuan deras , lantas saya pun langsung mebersihkan badan saya dan berganti pakaian dengan baju seragam cadangan  dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa, saya pu masih ingat bahwasannya jam pelajaran masih belum brakhir saya pun kembali ke sekolah saya., akan tetapi teman-teman saya  yang mencari saya tidak mendapatkan saya dan akhirnya merekaa pun memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke pada para guru, dengan sangat cepat berita atas kehilangan saya pun terseberluas saya sendiri pun mendengar berita itu dari adik kelas saya yang melihat saya dengan wajah yang membingungkan ,saya tidak tau akibat yang saya lakukan ini akan menjadi seperti ini ,saya pun langsung menuju kantor dan menyerahkan diri dan memberi tau bahwasannya saya dalam keadaan baik-baiksaja dan yang pastinya saya meminta maaf ke pada semua guru karna sudah menghawatirkan setelah pengkuan itupun sebagian dari mereka ada yang marah karna mungkin saya bercanda keterlaluan dan ada juga yang tertawa.di situ juga ada teman-teman saya saya tak lupa meminta maaf ke pada teman-teman saya yang sudah sangat merepotkan.
Dan pada akhirnya pencarian itupun dibatalkan dan yang lebih menyenangkanya lagi berita ini tidak sampai terdengar oleh keluarga saya sendiri, danyang lebih menyenangkan lagi saya masih di beri kesempatan untuk menghirup udara  dan betemu denga guru-guru saya  teman-teman dan  kelurga.

by : Faisal Abdullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar