Kupandangi langit indah berbintang,
merenungi dan menghayati apa yang kulihat. Keindahan malam itu bertambah
indah jika teringat akan sosok seorang sahabat, semuanya terurai indah
saat kulihat keindahan malam itu. Detik demi detik, kedip demi kedip
terasa mereka seakan hadir dihati yang dalam ini.
“Sepotong episod masa lalu aku..”.
Dengan diiringi sebuah alunan lagu,
yang
setiap bait lagu itu mewakili isi hati paling dalam. Akankah bisa
bersama lagi? Itulah yang selalu diucapkan dalam hati.
Hari itu aku terbebani dengan masalah baik
hati maupun pikiran, yang banyak menguras tenaga dan pikiran. Tapi
kulupakan sejenak, yang kupikirkan sekarang adalah sosok sahabat.
Di keheningan malam itu, kuteringat akan
canda tawa mereka, ingat cerita cinta yang membahagiakan dan
menyedihkan. Semua itu menjadikan hariku penuh dengan cerita, seakan
mimpi yang dulu kembali terulang. Hingga aku tak sadar trnyata aku
tersenyum-senyum sendiri seakan-akan ada hal yang lucu. Untung saja
tidak ada siapapun, jika ada? Hmm, mungkin aku sudah disebut orang gila.
Malam semakin larut, aku yang masih menatap
bintang-bintang di langit, kupejamkan mata perlahan, ku ingat-ingat
semua kenangan bersama sahabat-sahabatku dulu. Masa-masa SD, SMP/MTs,
bahkan SMA selalu terbang di benakku ini, “terbang.. terbang.. terbang..” semakin tinggi khayalku ke masa lalu.
Gelap dan semakin gelap yang ku rasa, namun
tiba-tiba kegelapan berubah menjadi terang dengan cepat. Saat kubuka
mata ternyata ku berada disebuah tempat yang indah, dibawah pohon besar
di rerumputan yang sangat luas. Terlihat banyak sekali bunga-bunga
disekitarku, burung-burung berkicauan dan juga udara yang sangat sejuk.
Sesaat menikmati keindahan tempat yang
entah dimana, tiba-tiba datang seseorang menghampiriku dengan segera dia
mengambil tangan kananku dan menariknya akupun mengikutinya.
Perlahan-lahan aku melirik melihat wajahnya yang penuh senyum, entah
kenapa hati ini seakan terengah-engah melihat senyumnya. Saat
kuperhatikan lebih jeli lagi ternyata dia sahabatku semasa SD, dengan
rasa terkejut dan sangat gembira aku bertanya kita mau kemana? Dia
menjawab hanya dengan senyuman manis saja. Akhirnya dia berhenti, dia
melihatku dan tersenyum seakan-akan berbicara ingin menunjukkan tempat
kepadaku. Akupun melihat ke tempat itu, “subhanalloh..” kuterkejut. Ternyata dia membawaku ketempat dimana sahabat-sahabatku berada disana.
Dengan rasa tidak mungkin aku tidak dapat
berkata apa-apa, mereka semua menyambutku dengan penuh senyum. Semua
ketidakmungkinan pun hilang, mereka merangkulku dan mengajak bermain dan
bercanda bersama. Mereka tahu aku sedang gundah dan tidak mempunyai
semangat ketika itu, kita semua berbincang bersama dan mensupport agar
aku tetap semangat. Yang bikin terheran-heran sejak kapan teman SD,
SMP/MTs, dan SMA bisa kenal dan dekat, seakan-akan mereka telah kenal
begitu lama, namun akupun tak terlalu menghiraukan itu yang pasti aku
amat teramat sangat dan sangat gembira sekali. Seperti masalah-masalah
yang telah tertumpuk di pikiranku ini di hapus semuanya, mulai terasa
ringan beban hati dan pikiranku kini, kami habiskan waktu bersama kami
dengan canda tawa. Setelah sangat lama kami semua bercanda ternyata
sahabtku yang membawaku ke tempat ini tidak ada, saat ku cari dia berada
di atas bukit dia menyendiri disana. Aku hampiri dia dan perlahan duduk
disampingnya, dia hanya tersenyum melihatku. Mulai hati ini serasa
terengah-engah, secara dia ialah orang yang aku kagumi sejak pertama dia
masuk menjadi saswi baru di SD dulu.
Akhirnya setelah lama berdiam diapun mulai berbicara dan menanyakan kabarku, dengan gugup akupun menjawab “baik”.
Dia pun berbicara yang sama dengan sahabat-sahabatku yang lain agar
aku tetap semangat, jangan menyerah dengan halangan-halangan yang
mungkin akan dihadapiku nanti.
Setelah lama aku dan dia
berbincang-bincang, sahabat-sahabatku yang lainpun menghampiri dan
menarik kita berdua untuk bermain dan bernyanyi bersama. Sungguh ini
adalah hari yang paling indah yang pernah aku alami sepanjang aku
bersama dengan sahabat-sahabatku.
“Kau teman sehati, kita teman sejati hadapilah dunia genggam tanganku..”.
Kita semua bernyanyi dengan berpegang
tangan seakan kita sedang mengadakan kemah, yang ditengah-tengah
kerumunan kita adalah api unggun. Entah bagaimana bisa yang tadinya
sebuah tempat yang begitu terbuka dikelilingi oleh taman-taman dan kini
berubah dengan sekejap menjadi sebuah tempat yang enak untuk dijadikan
tempat berkemah. Namun itupun tidak jadi masalah, yang ada dalam pikiran
saat itu adalah saat-saat yang tak akan aku lupakan sampai kapanpun.
Seketika semuanya berhenti, dan semua
sahabatku berkumpul kembali dan perlahan mereka seakan menjauh. Mereka
hanya tersenyum dan perlahan-lahan menghilang, dan mereka meninggalkan
beberapa kata terakhir.
“tetap semangat dan hadapilah semua masalahmu, kami selalu ada disaat kamu membutuhkan kami”.
Itulah pesan terakhir mereka untukku, perlahan mereka menghilang.. menghilang.. dan menghilang.
Semua kembali menjadi gelap dan akhirnya ku
tersadar di keadaan yang gelap, ternyata semua itu hanya mimpi namun
aku percaya mimpiku itu adalah nyata. Aku merasakan itu semua, mereka
hadir di mimpiku untuk menyemangatiku. Dengan hati yang telah tenang dan
pikiran yang sangat ringan aku tersenyum dan kembali untuk melakukan
aktifitas seperti biasa, tentunya dengan semangat baru dengan semangat
sahabat-sahabatku semua.
Semua itu datang dari bunga tidurku.
Cimahi, 2012
karya : Abdul Latif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar