Newstikers

Newstikers » Selamat datang kawan di blog yang insya alloh resmi, ya!! hehe.. Jangan sungkan untuk berkomentar dan ngobrol bareng disini..

Jumat, 27 April 2012

KUTEMUKAN CINTA DI PERSIMPANGAN TAKDIR

Fatan, sesosok pemuda tampan nan berprestasi. Ia baru saja pulang dari studinya di negri paman sam, dan kini ia menyanggam gelar Insinyur tehnik.
Hari ini adalah hari pertamanya untuk menghirup kembali udara di tanah pertiwi ini, mukanya terlihat cerah dan penuh dengan kegembiraan “akhirnya aku pulang juga” ucap Fatan, “ayah…ibu.. semua…aku kembali..” sambut ia pada ayah, ibu, dan segenap sanak keluarga yang telah menantinya di bandara. “ibu aku sudah tak sabar lagi,
rasanya lidahku ini gatal bu..” “loh, ko gatal, memang kenapa tan?” timbal ibu, “tak tahan lidahku ini, masakan ibu itu looo…” jawab fatan, “ah kamu ini ada-ada saja” timbal ibu sambil tertawa ringan.
Sesampainya dirumah, ia mulai menggoda adik-adiknya yang kini telah tumbuh dewasa. “hey kaaaau… besar juga ya sekang” gurau Fatan pada Raka salah satu adiknya, “ya ialah kak, masa kecil mulu” jawab Raka.  Hari demi hari telah Fatan lewati, dan pada suatu waktu, saat ia menatap langit biru yang indah ia teringat pada sesosok wanita yang ia kenal di masa SMA dulu, Fitria namanya.
Dan keesokan harinya ia keluar rumah untuk mengunjungi saudara, dan sahabat-sahabatnya dulu, setibanya di rumah salah satu sahabatnya, ia membunyikan bel “ tingtong…Assalamu’alaikum..” dan setelah menunggu beberapa saat pintu pun dibukakan, “Fatan…???” ucap Hendri dengan nada terkejut, “hey..kapan datang sob??” tanaya Hendri, “Yups..ini gue, Fatan sobatlu, gw baru dateng kemarin”, jawab Fatan dengan riang, “ayo masuk..masuk bro” ajak Hendri. Setelah lama bercakap Fatan teringat Fitria dan menanyakan pada Hendri “Hen, lu tau kabar Fitria gak?” Hendri pun tertawa “Hahahaha…ekhm, yang lagi inget ma some one, yaaa terakhir gw denger sih dia buka butik di daerah deket sekolah kita dulu” muka Fatan pun terlihat riang “Hmmm..yang bener Hen.. yaudah entar kita kesana yuk..!!” saut Fatan. Setelah itupun Fatan berpamitan pulang, “Sob, gitu dulu aja kali ya, entar kita sambung lagi deh, Ok!” sambil mengantar Fatan Hendri pun menjawab “ Sipp.. okelah bro, bisa diatuur” sambil menepak punggung Fatan.
Keesokan harinya, saat mentari baru saja memamerkan kehengatan dan cahayanya, Fatan sudah berpenampilan rapi dan siap beraksi. “Tan, mau kemana pagi-pagi gini?? tumben-tumbennya..!” tanya ibu keheranan, ”yaa ada deeeh buuu” jawab Fatan dengan senyum simpulnya “wah wah wah waaaaah… anak ibu lagi seneng nih kayanya” timbal ibu dengan menggoda, “Ah ibu, bisa aja ni”. Dan bunyi nada dering hand phone Fatanpun berdering “Yaaa.. haloo, posisi dimana bro??” “gw di depan rumah lu nih” jawab Hendri “okee..gw kesono, tunggu ya” timbal Fatan, “ Bu..Fatan pamit yaa” ucapnya pada ibu “Yaa.. hati-hati yaa nak” jawab ibu. Setelah ia menaiki mobil Hendri dan mereka melaju menuju ke tempat butik milik Fitria, saat di perjalanan Hendri mulai menggoda Fatan yang sejak tadi tersenyum sambil melamun “Heeeeeyy…brooo udah siang nih, udah dong mimpinya.. hahaha” Fatan terkejut dan malu “Ah lu gangguin orang seneng aja Hen” dan Fatanpun bertanya pada Hendri “Hen, lu yakin kan dia masih di situ???” “yaaaa…setau gw sih gitu, yaaa terakhir gw denger kabarnya tuh tahun lalu, waktu ada acara di taman kota, kebetulan dia buka stand di sana, yaa kita ngobrol-ngobrol bentar, trus kata dia sih alamat butiknya deket sekolah kita dulu” jawab Hendri meyakinkan Fatan. Dan setelah menempuh perjalanan beberapa jam, akhirnya mereka samapai di tempat yang mereka maksud, “Hmmm…yang mana ya butiknya??” tanya Fatan “yaaaa gw juga agak tau pasti sih, tapi yaaa kita coba tanya-tanya deh” jawab Hendri. Dan merekapun bertanta pada orang sekitar “Mba, tau butiknya Fitria gak??” tanya Fatan pada salah seorang penjaga toko di pinggir jalan “Ooooh, butik yang jual pakaian muslim ya mas??” tanya mba penjaga toko, “Ia mba, mba tau yg mana tempatnya?” timbal Fatan “Wah kalo sekarang sih gak tau tuh mas, soalnya udah dua minggu ini butiknya gak keliatan buka, katanya sih pindah mas” tegas mba penjaga toko “wah… mba tau kemana pindahnya??” tanya Fatan dengan muka panik “Nah yang ini juga saya kurang tau mas” jawabnya “ Oooh, ya udah, makasi ya mba” Fatanpun kembali ke mobil menghampiri Hendri “haduh Hen… udah pindah katanya” keluh Fatan “ Hah…pindah??” timbal Hendri dengan terkejut, “kemana katanya” tanya hendri, “nah itu dia masalahnya, pada gak tau katanya”muka Fatan terlihat lesu, “santai laaaah broo, pasti ketemu kok” hibur Hendri “Yaaa smoga aja Hen” jawab Fatan, merekapun beranjak pergi dan pulang.
Esoknya, seperti hari yang lalu Fatan sudah bersiap-siap sejak pagi-pagi sekali, dan suara mobil Hendripun terdengar oleh Fatan, Ia bergegas keluar dan langsung berkata “tancap heeeeen” Hendripun lagi-lagi menggoda Fatan “wah wah wah Mr.insinyur masih semangat nieeeeh” sambil tertawa, “Tentu dong, yaaa tau sendiri laaa broo” jawab Fatan, “nah sekarang kita keman nih???” tanya Hendri “yaaa kayaknya sekarang kita cari alamat barunya Hen” jawab Fatan, dan merekapun melanjutkan perjalanannya sambil berfikir harus kemanakah mereka mencari alamat Fitria yang masih belum jelas itu.
Terbesit dalam fikiran Fatan “Hen.. gimana kalo kita tanya aja ke yanti” usul Fatan, “Wahh.. ide bagus tuh, diakan saudaranya Fitria” jawab Hendri. Dan merekapun lekas melaju menuju kediaman yanti.
Sesampainya di rumah yanti mereka bergegas mengetuk pintu rumahnya “tok..tok..tok…permisi…”
dan seketika pintupun dibukakan” cari siapa ya mas??” tanya seorang wanita “yantinya ada mba??” timbal Fatan “ooooh non yanti… ada mas, sebentar biar saya panggil dulu ya mas, silahkan masuk dulu mas” jawab wanita itu “yaaa makasih mba” Fatan dan Hendripun duduk di ruang tamu dan menunggu yanti datang. Setelah sebentar menungggu yantipun datang, “eh kalian tooo… aku kira siapa” sapa yanti dengan dingin. “yan, gimana kabarnya???” tanya Hendri “yaaaa aku baik-baik aja, kalian??” timbal yanti “yaaa kabar aku sih baik, tapii gak tau deh kabar si ganteng ini” ujar Hendri sambil menggoda Fatan, “apaan sih lu hen” spontan fatan menyaut, “emang kenapa tan???” tanya yanti, “yaaa gak kenapa-napa sih” ujar fatan, “ituuuu looo hen, dia lagi kebingungan nyari alamatnya Fitria” saut Hendri pada yanti, “ooooh..Fitria tooo, ada apa nih sama Fitria???” tanya yanti, “itu looh yan, si fatan pengen ketemu sama fitria katanya” jawab Hendri, “

by : M Ilham Dz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar