Fatan, sesosok pemuda tampan nan berprestasi. Ia baru saja pulang
dari studinya di negri paman sam, dan kini ia menyanggam gelar Insinyur
tehnik.
Hari ini adalah hari pertamanya untuk menghirup
kembali udara di tanah pertiwi ini, mukanya terlihat cerah dan penuh
dengan kegembiraan “akhirnya aku pulang juga” ucap Fatan, “ayah…ibu..
semua…aku kembali..” sambut ia pada ayah, ibu, dan segenap sanak
keluarga yang telah menantinya di bandara. “ibu aku sudah tak sabar
lagi,
rasanya lidahku ini gatal bu..” “loh, ko gatal, memang kenapa
tan?” timbal ibu, “tak tahan lidahku ini, masakan ibu itu looo…” jawab
fatan, “ah kamu ini ada-ada saja” timbal ibu sambil tertawa ringan.
Sesampainya dirumah, ia mulai menggoda adik-adiknya yang kini telah
tumbuh dewasa. “hey kaaaau… besar juga ya sekang” gurau Fatan pada Raka
salah satu adiknya, “ya ialah kak, masa kecil mulu” jawab Raka. Hari
demi hari telah Fatan lewati, dan pada suatu waktu, saat ia menatap
langit biru yang indah ia teringat pada sesosok wanita yang ia kenal di
masa SMA dulu, Fitria namanya.
Dan keesokan harinya ia keluar rumah untuk mengunjungi saudara, dan
sahabat-sahabatnya dulu, setibanya di rumah salah satu sahabatnya, ia
membunyikan bel “ tingtong…Assalamu’alaikum..” dan setelah
menunggu beberapa saat pintu pun dibukakan, “Fatan…???” ucap Hendri
dengan nada terkejut, “hey..kapan datang sob??” tanaya Hendri,
“Yups..ini gue, Fatan sobatlu, gw baru dateng kemarin”, jawab Fatan
dengan riang, “ayo masuk..masuk bro” ajak Hendri. Setelah lama bercakap
Fatan teringat Fitria dan menanyakan pada Hendri “Hen, lu tau kabar
Fitria gak?” Hendri pun tertawa “Hahahaha…ekhm, yang lagi inget ma some
one, yaaa terakhir gw denger sih dia buka butik di daerah deket sekolah
kita dulu” muka Fatan pun terlihat riang “Hmmm..yang bener Hen.. yaudah
entar kita kesana yuk..!!” saut Fatan. Setelah itupun Fatan berpamitan
pulang, “Sob, gitu dulu aja kali ya, entar kita sambung lagi deh, Ok!”
sambil mengantar Fatan Hendri pun menjawab “ Sipp.. okelah bro, bisa
diatuur” sambil menepak punggung Fatan.
Keesokan harinya, saat mentari baru saja memamerkan kehengatan dan
cahayanya, Fatan sudah berpenampilan rapi dan siap beraksi. “Tan, mau
kemana pagi-pagi gini?? tumben-tumbennya..!” tanya ibu keheranan, ”yaa
ada deeeh buuu” jawab Fatan dengan senyum simpulnya “wah wah wah
waaaaah… anak ibu lagi seneng nih kayanya” timbal ibu dengan menggoda,
“Ah ibu, bisa aja ni”. Dan bunyi nada dering hand phone Fatanpun
berdering “Yaaa.. haloo, posisi dimana bro??” “gw di depan rumah lu nih”
jawab Hendri “okee..gw kesono, tunggu ya” timbal Fatan, “ Bu..Fatan
pamit yaa” ucapnya pada ibu “Yaa.. hati-hati yaa nak” jawab ibu. Setelah
ia menaiki mobil Hendri dan mereka melaju menuju ke tempat butik milik
Fitria, saat di perjalanan Hendri mulai menggoda Fatan yang sejak tadi
tersenyum sambil melamun “Heeeeeyy…brooo udah siang nih, udah dong
mimpinya.. hahaha” Fatan terkejut dan malu “Ah lu gangguin orang seneng
aja Hen” dan Fatanpun bertanya pada Hendri “Hen, lu yakin kan dia masih
di situ???” “yaaaa…setau gw sih gitu, yaaa terakhir gw denger kabarnya
tuh tahun lalu, waktu ada acara di taman kota, kebetulan dia buka stand
di sana, yaa kita ngobrol-ngobrol bentar, trus kata dia sih alamat
butiknya deket sekolah kita dulu” jawab Hendri meyakinkan Fatan. Dan
setelah menempuh perjalanan beberapa jam, akhirnya mereka samapai di
tempat yang mereka maksud, “Hmmm…yang mana ya butiknya??” tanya Fatan
“yaaaa gw juga agak tau pasti sih, tapi yaaa kita coba tanya-tanya deh”
jawab Hendri. Dan merekapun bertanta pada orang sekitar “Mba, tau
butiknya Fitria gak??” tanya Fatan pada salah seorang penjaga toko di
pinggir jalan “Ooooh, butik yang jual pakaian muslim ya mas??” tanya mba
penjaga toko, “Ia mba, mba tau yg mana tempatnya?” timbal Fatan “Wah
kalo sekarang sih gak tau tuh mas, soalnya udah dua minggu ini butiknya
gak keliatan buka, katanya sih pindah mas” tegas mba penjaga toko “wah…
mba tau kemana pindahnya??” tanya Fatan dengan muka panik “Nah yang ini
juga saya kurang tau mas” jawabnya “ Oooh, ya udah, makasi ya mba”
Fatanpun kembali ke mobil menghampiri Hendri “haduh Hen… udah pindah
katanya” keluh Fatan “ Hah…pindah??” timbal Hendri dengan terkejut,
“kemana katanya” tanya hendri, “nah itu dia masalahnya, pada gak tau
katanya”muka Fatan terlihat lesu, “santai laaaah broo, pasti ketemu kok”
hibur Hendri “Yaaa smoga aja Hen” jawab Fatan, merekapun beranjak pergi
dan pulang.
Esoknya, seperti hari yang lalu Fatan sudah bersiap-siap sejak
pagi-pagi sekali, dan suara mobil Hendripun terdengar oleh Fatan, Ia
bergegas keluar dan langsung berkata “tancap heeeeen” Hendripun
lagi-lagi menggoda Fatan “wah wah wah Mr.insinyur masih semangat
nieeeeh” sambil tertawa, “Tentu dong, yaaa tau sendiri laaa broo” jawab
Fatan, “nah sekarang kita keman nih???” tanya Hendri “yaaa kayaknya
sekarang kita cari alamat barunya Hen” jawab Fatan, dan merekapun
melanjutkan perjalanannya sambil berfikir harus kemanakah mereka mencari
alamat Fitria yang masih belum jelas itu.
Terbesit dalam fikiran Fatan “Hen.. gimana kalo kita tanya aja ke
yanti” usul Fatan, “Wahh.. ide bagus tuh, diakan saudaranya Fitria”
jawab Hendri. Dan merekapun lekas melaju menuju kediaman yanti.
Sesampainya di rumah yanti mereka bergegas mengetuk pintu rumahnya “tok..tok..tok…permisi…”
dan seketika pintupun dibukakan” cari siapa ya mas??” tanya seorang
wanita “yantinya ada mba??” timbal Fatan “ooooh non yanti… ada mas,
sebentar biar saya panggil dulu ya mas, silahkan masuk dulu mas” jawab
wanita itu “yaaa makasih mba” Fatan dan Hendripun duduk di ruang tamu
dan menunggu yanti datang. Setelah sebentar menungggu yantipun datang,
“eh kalian tooo… aku kira siapa” sapa yanti dengan dingin. “yan, gimana
kabarnya???” tanya Hendri “yaaaa aku baik-baik aja, kalian??” timbal
yanti “yaaa kabar aku sih baik, tapii gak tau deh kabar si ganteng ini”
ujar Hendri sambil menggoda Fatan, “apaan sih lu hen” spontan fatan
menyaut, “emang kenapa tan???” tanya yanti, “yaaa gak kenapa-napa sih”
ujar fatan, “ituuuu looo hen, dia lagi kebingungan nyari alamatnya
Fitria” saut Hendri pada yanti, “ooooh..Fitria tooo, ada apa nih sama
Fitria???” tanya yanti, “itu looh yan, si fatan pengen ketemu sama
fitria katanya” jawab Hendri, “
by : M Ilham Dz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar